
Masa-masa indah yg kita lalui bersama pun sudah pada tahap fase dimana sebuah iman dan kepercayaan diuji. Ini pengakuanku sejujur-jujurnya, dimana hati dan pikiranku sudah aku tahan akan sikap dan sifat si BP yang selalu mengekang dan posesif ke aku. Padahal kita sudah jalan 2 tahun lebih dan ibarat orang berhubungan selama itu , kita sudah melakukan semuanya bersama-sama tanpa terkecuali. Bahkan untuk urusan sepele semuanya kita lakukan bersama dan saling bergantung satu dengan yang lain. Jujur aku bukan manusia suci , karena sikapnya yang seperti itu terkadang aku sering berbohong haya untuk menghindari pertengkaran seperti ketika aku masih dirumahnya lalu aku pamit pulang, tapi aku nggak pulang yang ada aku nongkrong sama teman2ku. Bahkan setiap kegiatan organisasi yang aku ikuti aku tahu dia tidak mendukung sama sekali karena dia bilang sendiri kalo dia nggak suka dengan yang namanya organisasi. Aku hanya bisa diam saja karena aku males berdebat dan memulai pertengkaran yang hanya bisa buat pusing. Semua permasalahan dimulai dari keikutsertaan dalam kegiatan terakhir organisasi yang aku ikuti, dimana kegiatan ini dilakukan di luar kota alias ke jakarta. Tahu sendiri ikut kegiatan yang hanya dikampus aja si BP sudah bete apalagi yang keluar kota ( maklum pengalaman waktu jadi ketua pelaksana kegiatan serupa cuman nggak jauh2 cuma di batu aja). Dan kebetulan ketua pelaksana kegiatan ini juga cewe yang sering curhat dan aku juga sudah anggap sendiri tapi si BP ini cemburunya minta ampun deh. Ya pada saat sebelum berangkat yang aku disuruh janji sama si BP untuk nggak boleh deket2 sama cewe (kayak anak kecil kan -___-"). Tapi pada kenyataannya ya aku bilang iya dan bakal nurut apa katanya, namun pada saat disana ya aku biasa aja yang penting kan nggak macam-macam. Bisa di cek juga sama teman-teman yang ikut serta dalam kegiatan itu aku macem-macem atau tidak. Satu hal yang mungkin si BP ini nggak bakal ingat, waktu hari terakhir aku susah payah buat cari oleh-oleh buat dia. Karena jujur waktu berangkat aku cuman bawa uang nggak sampai 150rb untuk uang saku disana. Beruntung waktu itu sempet mampir rumah tante dan dikasih uang saku 200rb. Waktu itu aku ingat dia pengen punya baju momon, akhirnya aku cari dan dibantu temen juga karena aku memang nggak jago milih dan nawar. Dan akhirnya aku dapetin itu baju (cok lek flashback ngene iki dadi galau giyet tenan). Entah sekarang itu baju dibuang atau dikemanain aku juga nggak tahu. Setelah kembalinya aku ke surabaya dan kegiatan terakhir itupun selesai dan kehidupan kembali semula dan rutinitas yang seperti biasapun akan kembali terulang-ulang. kira-kira awal juli 2010 mungkin saat itu dimana puncaknya kejenuhan akan suatu hubungan yag aku jalani. Nah suatu ketika aku online FB dan ada salah satu panitia organisasi dan masih maba juga plus cewe ini juga dideketin sama sahabatku sendiri. Panggilah dia ini si A , sahabatku itu deketin si A cuman masih kayak digantungin gitu (tapi aku cuman denger2 aja nggak tahu pastinya). saat itu aku emank nggak kenal karena sejak aku pacaran sama si BP aku jarang ada dan kumpul di organisasi jadi nggak tahu berita ataupun cerita-cerita terbaru. nah aku iseng aku chat dia karena waktu itu dalihku emank pengen tahu apa si A nie cuman maen2 sama sahabatku karena kasian juga sahabtku ini. akhirnya ngobrol-ngobrol aku tanya ke si A apa dia sudah jadian sama sahabtku ini. Dia biang belom, dia malah ngomong kalo sebenarnya sejak perkenalan pengurus organisasi (kegiatan regenerasi pengurusi kepanitian hmja) si A pas lihat aku yang datang terlambat dia sudah suka. Dia bilang dia pernah tanya ke temenku tentang aku dan dijawab sama temanku kalo aku sudah punya cewek. jadi si A ini diam aja, akhirnya kita sering curhat dan smsan. Emank awalnya aku ingin mengeruk informasi tentang si A, cuman nggak tahu kenapa jadinya malah nyambung. Posisiku dengan si BP ini pada saat itu sudah pada titik jenuh dan akhirnya aku sendiri yang minta break pada saat itu dan aku masih inget kejadian itu aku telpon si BP dan dia nangis, karena waktu itu aku benar-benar curahin kekesalan dan rasa nggak tahanku akan sikap dan sifatnya itu. akhirnya kita break dan jujur intensitas kedekatanku dengan si A juga mendekat lebih dari seorang teman singkat cerita aku bahkan sudah kenal dengan orang tua si A ini yang juga dosen kampus tempatku kuliah. Dan mamanya juga baik dan respon positif banget. Namun setelah 2 minggu berjalan aku benar-benar ngerasa bersalah dan baru sadar kalo yang aku lakukan salah dan hanya emosi sesaat. Dan aku juga melihat tidak ada keseriusan dari si A ini. Mungkin jika dia lebih serius jalan ceritanya juga bakal lain, tapi belum tentu juga karena posisiku saat itu juga masih labil dan bingung karena hati ini juga nggak bisa bohong kalo si BP ini masih di hati. Suatu ketika aku bantu si A buat betulin mp3nya yang terkena virus, ketika itu aku bawa ke temenku yang ngerti dan temenku itu tahu dan awalnya juga gak ngerti kalo si temenku ini menginformasikan ke si BP (posisinya kita lagi break). Cuman si BP ini diem aja, masih ingat sekali setelah 2 minggu lebih akhirnya aku sadar dan memang sudah seharusnya aku nggak melakukan seperti ini. aku datangi si BP dan benar-benar diluar diguaanku, dia tahu semua dan akhirnya dia sendiri yang minta putus dari aku. Shock dan nggak bisa berkata apa-apa karena aku akui ini semua kesalahanku karena meskipun aku nggak tahan dengan sikap dan sifat over protec nya, itu karena semata-mata dia sayang sama aku. Aku yang merasa kehilangan dan pada waktu itu aku nggak mau kalo kita putus. Masih segar dalam ingatan, aku nangis didepannya untuk meminta kesempatan buat menebus kesalahanku dan memperbaikinya. Setelah dengan segala perjuangan untuk ngeyakinin dia dan dia juga bilang kalo sayang hubungan yang sudah terjalin dengan baik harus putus di tengah jalan. Alhamdulilah akhirnya waktu kita balikkan lagi. Masa-masa balikkan ini diawal.i dengan aku diajak berlibur bersama dia dan mamanya ke bali. Pada saat itu mama dan keluarganya nggak tahu kalo kita sempat putus dan kalo nggak salah itu bulan pertengahan agustus 2010 atau awal puasa tahun itu karena pada saat berlibur ke bali aku masih ingat kalo aku puasa. Dan kembalilah dengan rutinitas dimana aku kembali bersamnya,kuliah bersama dan merayakan tanggal 19 setiap bulannya kembali dan si BP ini benci dan nggak suka banget sama si A. Dan akhirnyapun si A sudah jadian sama sahabatku, tapi si A juga bilang kalo dia backstreet karena mereka beda keyakinan. Tapi kalo nggak salah sekarang dia sudah nggak backstreet lagi. To be continued....



