Diriku

Foto saya
Surabaya, Jawa Timur, Indonesia
Terlahir dari peranakan Chinese dan javanese, seorang muslim sejak dalam kandungan. Tidak fanatik dan tidak terlalu taat namun masih tahu dan menjalankan batasan-batasan sesuai kaidah-kaidah ISLAM yang berlaku umum. Warga Negara Indonesia yang akan diemban sampai mati, rasa cinta akan bangsa dan negara ini tak perlu dipertanyakan meskipun negara ini sudah tinggal tunggu waktu untuk hancur karena sudah banyak yang melupakan dasar negara PANCASILA. Sepakbola adalah salah satu passion hidup saya. Teman adalah Sahabat dan keluarga buat saya. Persebaya dan Juventus adalah club tercinta saya dari awal hingga akhir. Saya Bonek meskipun saya keturunan oriental, Bonek sak modare. Dan tetap menjunjung cinta damai tanpa anarki. Dan apabila coretan di blog saya kurang berkenan bagi yang membaca, mohon di close aja. Jika anda yang membaca ini berpikir negatif kepada sayapun saya nggak ngurus. Namanya juga coretan dan ini hak asasi saya. Dan sayapun bukan manusia sempurna saya punya kesalahan dan nggak menutup kemungkinan akan melakukan kesalahan. Namun tetap yakin perjalanan hidup dan pengalaman masa lalu akan jadi guru yang baik untuk masa depan yang lebih baik.

Rabu, 14 Desember 2011

Pesan Sebelum masuk ke bagian Klimak dan akhir

masih bingung untuk melanjutkan bagian klimaks dan akhir dari sebuah cerita panjang ini. Mungkin jika dilihat kisah ini seperti sinetron ataupun FTV yang biasa tayang di stasiun televisi, namun ini memang BASE on TRUE STORY. Maaf sebelumnya jika tata bahasa dan penulisan masih jauh dari sempurna, karena memang penulis tidak memiliki pengalaman dalam menulis sebuai esai ataupun cerita. jujur dalam penulisan ini saya selaku penulis harus menguatkan mental untuk mengingat ataupun flashback ke masa lalu dan akhirnya pun harus menerima resiko untuk GALAU kembali. Terkadang ada selentingan kalo saya terlalu lebay dan gak harusnya galau ataupun masih mengingat karena memang akhir dari semuanya tetap putus dan si dia sudah dengan mudah jalan dengan orang lain. Namun harusnya orang-orang itu juga lebih mengaca dan memposisikan diri jikalau mereka yang mengalami sendiri belum tentu tidak galau. Tapi terlihatlah nanti siapa teman yang peduli dengan siapa yang hanya bisa menjatuhkan. Maksud dari penulis menceritakan ini agar bisa dijadikan pelajaran dan kaca untuk teman-teman yang sedang ataupun akan menjalin suatu hubungan agar bisa jadi lebih baik dan tidak terjadi kesalahan yang sama sesuai dengan isi cerita nyata ini. Dan apabila maksud penulis kurang berkenan bagi pembca ataupun tidak suka, bisa langsung close saja blog ini, karena tidak ada unsur paksaan untuk membaca kisah ini. Dan disini juga tidak ada maksud untuk merusak pencitraan seseorang, ini semua asli dan tanpa rekayasa. Memang cinta dan kasih sayang akan selalu butuh pengorbanan, mempertahankan akan lebih sulit daripada mendapatkan dan hukum tabur tuai atau karma itu memang berlaku sampai kapanpun kawan #CATET ya.

2 komentar:

Anonim mengatakan...

loh2..lagi seru2nya kq uda mao tamat..??? hahaha...

Mendika Anugrahanto Susetyo , SE. mengatakan...

santailaaahhhh